RAPAT KOORDINASI PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN UMUM PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA TAHUN 2015

RAPAT KOORDINASI PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN UMUM PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA TAHUN 2015


Jakarta, Perpustakaan Nasional melalui Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengembangan Perpustakaan Umum Provinsi dan Kabupaten/Kota di Hotel Acacia, Jakarta pada hari Selasa, 15-16 September tahun 2015. Rapat Koordinasi (Rakor) dihadiri oleh Kepala Badan/Kantor Perpustakaan Provinsi / Kabupaten / Kota seluruh Indonesia, narasumber dari Bappenas, Kemendagri, Pemkab Lubuklinggau dan Pejabat Perpustakaan Nasional. Tema yang diangkat yaitu “Sinergitas Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam Rangka Pembinaan Semua Jenis Perpustakaan Menuju Indonesia Gemar Membaca”.

Laporan Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Syarif Bando menguraikan bahwa tujuan Rapat Koordinasi Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota yaitu Pertama, tersusunnya rencana program pengembangan perpustakaan umum Provinsi dan Kabupaten/Kota menuju Indonesia Gemar Membaca tahun 2019. Kedua, tercapainya sinergitas, sinkronisasi arah kebijakan dan capaian sasaran program antara rencana pembangunan nasional di bidang perpustakaan dan rencana pengembangan atau pembangunan perpustakaan di daerah. Ketiga, terwujudnya pelaksanaan pengembangan kelembagaan perpustakaan umum Provinsi dan Kabupaten/Kota menuju Indonesia Gemar Membaca di semua daerah. Syarif Bando juga mengharapkan dalam rakor yang terselenggara dapat membantu penyusunan program pengembangan perpustakaan daerah agar alokasi pendanaan di bidang perpustakaan menjadi prioritas pimpinan daerah.

Kepala Perpustakaan Nasional RI Sri Sularsih berkesempatan membuka dan memberikan sambutan dalam acara yang penting tersebut. Kaperpusnas menerangkan perpustakaan umum Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagian sudah sesuai yang diharapkan karena memiliki anggaran yang memadai namun sebagian lagi masih harus diperjuangkan. Perpustakaan dalam memberikan layanan yang baik juga harus didukung sarana dan prasarana yang memadai. Koleksi yang dimiliki juga diharapkan tersedia lengkap. Selain itu perpustakaan juga harus didukung teknologi informasi agar mudah diakses dan mengikuti perkembangan jaman. Tantangan Perpustakaan Nasional sebagai pembina yaitu berbenah dalam lingkup internal disamping juga turut membina perpustakaan-perpustakaan yang ada di seluruh Indonesia.

Sri Sularsih mengapresiasi kepala perpustakaan daerah dalam mengembangkan perpustakaan yang ada di daerahnya masing-masing contohnya perpustakaan yang berbasis komunitas. Kaperpusnas mengharapkan semua pihak agar menjadikan perpustakaan tempat untuk mencari informasi, ilmu pengetahuan, rekreasi, tempat berkumpul dan menjadi ikon di suatu daerah serta pekerjaan menjadi seorang pustakawan merupakan pekerjaan yang membanggakan. Lanjut Sri Sularsih melalui rapat koordinasi tersebut Perpustakaan Nasional berkoordinasi dengan instansi yang terkait untuk mengembangkan perpustakaan umum Kabupaten/Kota misalnya membuat pedoman penyusunan penganggaran perpustakaan melalui Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Minat Baca bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri dan pihak yang terkait sehingga membantu mempermudah dalam mengembangkan perpustakaan di daerah. Selain dukungan pemerintah dalam pendanaan pengembangan perpustakaan, Sri Sularsih juga menyarankan daerah agar mencari dukungan pihak swasta untuk memberdayakan perpustakaan sehingga masyarakat dapat memanfaatkan dan berkreatifitas. Sri Sularsih mengingatkan pada tahun 2019 nanti diharapkan masyarakat Indonesia gemar membaca sehingga perpustakaan daerah dapat menyelaraskan dengan rencana strategis nasional.

Susunan acara Rapat Koordinasi Pengembangan Perpustakaan Umum Provinsi dan Kabupaten/Kota pada hari pertama terdiri dari 2 sesi panel diskusi. Materi dari instansi terkait yaitu mengenai “Kebijakan Bappenas dalam Program Nasional Pengembangan Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota” dan “Kebijakan Kementerian Dalam Negeri dalam Penganggaran Kegiatan Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota”. Adapun materi dari Perpustakaan Nasional yaitu mengenai “Kebijakan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan dalam rangka Sinergitas Program Pengembangan Perpustakaan Umum Provinsi dan Kabupaten/Kota menuju Indonesia Gemar Membaca” dan Pengembangan e-Library di perpustakaan Umum Kabupaten/Kota : Harapan dan Tantangannya”.

Rakor pada hari kedua merupakan rapat komisi yang dibagi dalam 2 komisi yaitu Komisi A : Program Pemerintah dan Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam Pengembangan Kelembagaan Perpustakaan. Komisi B : Program Pemerintah dan Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam Peningkatan Anggaran Perpustakaan.


0 Komentar

Tulis Komentar

c99 shell hacklink al istanbul evden eve nakliyat hacklink GoogleAnkara escort Çankaya escort Eryaman escort Sincan escort Ankara escort Keçiören escort Ankara escort Ankara escort Ankara escort Malatya escort Malatya escort Beylikdüzü escort Beylikdüzü escort Ankara escort Antalya escort izmir escort izmir escort Escort bayan Escort ankara Ankara escort bayan Ankara escort istanbul escort istanbul escort Bahçeşehir escort Kurtköy escort Pendik escort Maltepe escort Kartal escort Kadıköy escort Ataşehir escort Kurtköy escort Pendik escort Kadikoy escort Kadikoy escort Kadikoy escort Umraniye escort Bostanci escort Pendik escort Ataşehir escort Ataşehir escort Ataşehir escort Pendik escort Pendik escort Pendik escort